DPRD Balikpapan

Reses Laisa Hamisa, Persoalan PJU dan Kenaikan Honor Jadi Usulan RT 

Balikpapan, pamungkasnews.id – Reses anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Laisa Hamisa, S.KM., masa persidangan II tahun 2021 dilaksanakan di lingkungan RT 16, Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Sabtu, 5/6/2021 malam.

Kegiatan reses ini dihadiri oleh Lurah Sepinggan Raya, Ketua LPM Kelurahan Sepinggan Raya, Perwakilan dari Puskesmas, dan 25 Ketua RT serta warga sekitar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam serap aspirasi ini, Laisa Hamisa menerima sejumlah usulan dari Ketua RT yang hadir. Di antaranya kenaikan honor Ketua RT yang masih dinilai sangat minim, Penerangan Jalan Umum (PJU) di lima RT dan persoalan pencemaran polusi dari Waduk Sepinggan.

“Sengaja saya mengundang Ketua RT, karena yang tahu persis persoalan dilingkungannya adalah Ketua RT. Ada mekanisme untuk mengajukan usulan-usulan, terutama dari rembuk RT bersama warganya untuk pembangunan dilingkungannya yang menjadi segala prioritas”, kata Laisa mengawali sambutannya.

Dalam reses ini, kata Laisa, segala yang menjadi usulan akan ditampung untuk menjadi bahan pembahasan di dewan. Mekanisme jalur kedua dalam usulan pembangunan yang telah dilakukan melalui Musrenbang di tingkat Kelurahan maupun Kecamatan terutama yang menjadi skala prioritas.

“Dengan teman-teman dewan yang turun langsung di daerah pemilihannya masing-masing, ini bisa menerima langsung usulan-usulan dari warga dan bisa kita perjuangkan. Usulan tersebut juga bisa dilakukan dengan jalur reses anggota dewan, itu jalur cepat. Tapi yang benar-benar jadi prioritas”, jelasnya.

Dalam reses yang dilaksanakan politisi Partai PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan ini, usulan kenaikan honor RT, PJU dan penambahan sekolah disampaikan Ketua RT 21 Taharuddin.

Taharuddin menyampaikan, PJU khususnya dilingkungan RT 15, 16, 17, 18, 19, 20 gelap gulita. Ia meminta untuk segera di fasilitasi karena berkaitan dengan kerawanan lingkungan.

“Kita memohon kepada pak Laisa sebagai perwakilan kita untuk menfasilitasi kepada dinas terkait untuk pemasangan PJU dilingkungan kami, walaupun secara bertahap. Dilingkungan kami ini mulai dari RT 15, 16, 17, 18, 19, 20 saat ini gelap gulita, sehingga dimungkinkan terjadi kerawanan dilingkungan kami jika tidak segera di atasi”, ucap Taharuddin.

Selain PJU, Taharuddin juga mengusulkan penambahan sekolah. Menurutnya, dengan meningkatnya kepadatan penduduk, sehingga banyak anak-anak yang ingin bersekolah di negeri tidak tertampung.

“Setiap warga pasti menginginkan anaknya sekolah di negeri, karena di sekolah swasta walaupun ada bantuan subsidi dari pemerintah masih saja banyak di mintai biaya macam-macam. Mulai dari biaya ulangan lah, partisipasi inilah, itulah”, katanya.

Dalam kegiatan reses ini, Taharuddin juga mengusulkan penambahan honor RT. Menurut dia, Honor yang diberikan pemerintah kepada Ketua RT tidak sebanding dengan operasional dilingkungannya.

“Kami mohon dengan pak Laisa sebagai perwakilan kami di dewan, untuk memperjuangkan aspirasi kami”, ujar Taharuddin.

Persoalan ketiga dalam kegiatan serap aspirasi politisi Partai PKS ini adalah  terkait polusi udara yang ditimbulkan dari pencemaran waduk sepinggan.

Menurut Ketua RT 15 Sepinggan Raya, Abdul Aziz Samad, polusi dari waduk tersebut di sebabkan karena ada kayu besar di dalam air yang sudah busuk selama bertahun-tahun.

“Polusi ini sangat mengganggu dilingkungan kami, bahkan baunya sampai di tiga RT, yakni di RT 15, 16, 17”, ujar Abdul Aziz Samad sapaan akrab Aziz.

Selain dari polusi udara, kata Aziz, terkait pengawasan maintenante waduk yang kurang maksimal. Pasalnya, pada saat terjadi banjir mesin di waduk tersebut tidak ada bahan bakarnya.

“Itu sangat lucu, pernah kebanjiran dilingkungan kami mesin di waduk tidak ada bahan bakarnya. Sehingga kami sendiri dari warga tengah malam mencarikan bahan bakarnya, selain maintenante itu di maksimalkan, BBM seharusnya juga stanby. Kami minta pengawasannya di maksimalkan”, tutur Aziz.

Senada dengan Rusli, sampai saat ini tanda-tanda untuk menyelesaikan persoalan polusi di waduk tersebut dari dinas terkait belum nampak sama sekali.

“Yang kami khawatirkan adalah demam berdarah dari penyebab polusi itu, kami juga pernah minta pihak Puskesmas untuk mengecek itu. Persoalan polusi itu sangat perlu perhatian khusus dari UPTD yang menangani waduk. Mudah-mudahan pak Laisa bisa menyuarakan persoalan itu di dewan nanti”, serunya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh warganya tersebut, Laisa Hamisah langsung merespon baik. Terkait dengan PJU, kata Laisa, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Soal PJU saya minta surat permohonan dari masing-masing Ketua RT, nanti langsung saya koordinasikan dengan Dishub. Karena PJU ini berkaitan dengan kerawanan pada malam hari dilingkungan, secepatnya saya akan upayakan untuk di realisasi”, ujar Laisa.

Kemudian terkait usulan penambahan sekolah, Laisa mengatakan, di tahun 2022 mendatang di wilayah sepinggan akan dibangun sekolah SD dan SMP terpadu yang lokasinya di kawasan Perumahan Regency.

Untuk usulan penambahan honor RT menurut Laisa, pihaknya pernah membahasnya dengan Wali Kota.

“Permintaan dari RT tersebut tetap kita perjuangkan, namun tergantung pada kemampuan anggaran APBD Kota Balikpapan”, ungkapnya.

Kemudian terkait dengan persoalan polusi di waduk sepinggan, Laisa mengatakan, akan berkoordinasi dengan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum.

“Persoalan itu juga harus kita perhatikan, nanti akan saya sampaikan ke Bidang Pengairan DPU. Kasihan warga yang ada di sekitar waduk jika harus menghirup bau setiap saat, apalagi jika hujan turun pastinya baunya menyengat. Termasuk soal pengerukan waduk yang di sampaikan oleh Ketua RT, kita akan sampaikan juga, intinya semua keluhan warga ini jadi bahan untuk saya bahas nanti di dewan”, tandasnya.

Reporter : Fauzi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
×

Powered by WhatsApp Chat

× Ada yang bisa saya bantu?