Balikpapan

Perayaan Imlek Dilakukan Secara Sederhana, Etnis Tionghoa Berharap Pendemi Cepat Berlalu.

Balikpapan, Pamungkasnews.id – Perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari Jumat (12/02/2021) akhirnya tiba. Tahun Baru Imlek merupakan perayaan yang paling dinanti masyarakat China dan etnis Tionghoa diseluruh Dunia bahkan di Indonesia, tidak terkecuali kota Balikpapan.

Dalam perayaan Imlek terdapat tradisi seperti acara beribadah, saling mengunjungi kerabat, memberikan ucapan selamat antar sesama tanpa memandang perbedaan etnis atau ras, menyalakan petasan sampai mempersiapkan lampion.

Festival Musim Semi atau lebih dikenal dengan sebutan Tahun Baru Imlek, sebenarnya berlangsung selama 16 hari mulai dari Malam Tahun Baru Imlek hingga Festival Lampion.

Selain negara China, ada beberap negara lain yang juga merayakan perayaan Imlek seperti Vietnam, Singapura, Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia, Myanmar, Korea Utara, dan Korea Selatan.

Namun, sebenarnya perayaan Imlek juga dirayakan di semua negara yang memiliki keturunan Tionghoa atau memiliki pusat budaya China.

Untuk perayaan Tahun Baru Imlek di tahun 2021 ini akan tampak berbeda dari tahun sebelumya, hal ini dikarenakan pandemi virus corona yang masih mencekam baik di dunia maupun di kota Balikpapan, sehingga tidak ada perayaan yang special, seperti tahun sebelumnya.

Seperti Terlihat di rumah ibadah Kelenteng Setya Dharma, kawasan Pasar Baru, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, Jumat (12/2/2021) tidak terlihat adanya perayaan mewah, hanya kegiatan ibadah yang dilakukan sesuai denganprotokol kesehatan ( Prokes)

Ketua Kelenteng Setya Dharma Hindro Arie Wijaya mengatakan perayaan Tahun Baru Imlek 2021 kali ini terasa sangat berbeda, ini dikarenakan pendemi Covid -19 yang menyelimut kota Balikpapan.

“Jelas terasa berbeda sekali, karena Imlek tahun ini di tengah pandemi covid-19, jadi warga yang datang hanya sekadar untuk melaksanakan ibadah saja” ujar

Hindro Arie Wijaya menambahkan, perayaan Imlek tahun ini tidak ada hiburan apa-apa seperti Barongsai, perayaan petasan atau yang lainnya, seperti tahun – tahun sebelumnya.

Dirinya pun berharap wabah virus corona di Balikpapan segera berlalu, namun semua itu butuh waktu dan dukungan seluruh warga masyarakat kota Balikpapan.

“Kita semua berharap pandemi covid-19 segera berakhir. Mungkin dengan vaksinasi yang terus berjalan hingga saat ini, tahun depan pandemi sudah tidak ada lagi,” harap Hindro.

“Jika pandemi berakhir, pekerjaan makin baik tentu perekonomian juga akan menjadi lebih baik, yang terpenting saat ini kita bisa berharap wabah bisa segera pergi,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Kelenteng Setya Dharma bernama Robin menuturkan, jika ibadah tahun ini sangat berbeda dari biasanya tidak ada perayaan yang istimewa, karena Pandemi Covid 19.

“Ya.., mau gimana lagi mas, Balikpapan masih pandemi Jadi datang kesini (klenteng) hanya untuk beribadah, saya berharap wabah bisa segera berakhir,”tuturnya

Reporter : Oechan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
×

Powered by WhatsApp Chat

× Ada yang bisa saya bantu?