Kriminal

Pelaku Pencurian Brankas Milik PT Ninja Express, Berhasil Dibekuk Tim Beruang Hitam Satreskrim Polresta Balikpapan

Balikpapan, Pamungkasnews.id – Pelaku pencurian Brankas milik perusahaan ekspedisi PT. Ninja Express sebesar 130 Juta Rupiah akhirnya Berhasil diringkus Tim Beruang Hitam Satreskrim Polresta Balikpapan.

Perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi ini terletak di wilayah Jalan Siaga RT. 23 Kelurahan Damai, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kasus pencurian Brankas tersebut terjadi pada Jumat, 12/11/2021 pukul 04.00 Wita, pelaku pencurian diketahui adalah mantan karyawan di perusahaan tersebut berinisial AAR (21).

“Jadi pelaku merupakan mantan karyawan dikantor tersebut,” ujar Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso saat menggelar Pres Rilis di Mapolresta Balikpapan, Senin (15/11/2021).

“Pelaku berhasil kita amankan kurang dari 1×24 jam. Pelaku kita amankan pada sore harinya sekitar pukul 17.00 Wita”, lanjutnya.

Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso  menjelaskan pengungkapan aksi pencurian tersebut berawal dari laporan korban yang merupakan Kepala Cabang (Kacab) PT Ninja Express tersebut yang mendapatkan laporan dari salah satu karyawannya jika kamera CCTV dalam keadaan mati dan receiver kamera CCTV juga menghilang.

Saat mendapatkan laporan itulah, korban kemudian memeriksa brankas uang yang terdapat dikantor. Dan benar saja uang yang ada didalam brankas hilang dibawa kabur oleh pelaku.

“Saat diamankan, kita dapati barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 129.750.000, Receiver CCTV, 1 buah brankas dan 1 buah jaket,” ungkapnya.

Kombes Pol V Thirdy menambahkan, pelaku AR akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas 7 Tahun penjara.

Sedangkan, dari barang bukti uang tunai yang berhasil diamankan ternyata sempat digunakan pelaku AR yakni sebesar 250 ribu rupiah.

“Jadi uang yang sudah sempat digunakan pelaku sebesar 250 ribu,” katanya.

Sementara untuk motif dari pelaku melakukan aksi pencurian, Kombes Po V Thirdy mengatakan jika saat ini petugas tengah mendalami motif pelaku.

“Kita masih dalami motif pelaku, apakah karena sakit hati atau tidak, sedangkan untuk dugaan ada pelaku lainnya, saat ini kita masih dalami dan kita kembangkan lebih dalam,” pungkasnya.

Reporter : Oechan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
×

Powered by WhatsApp Chat

× Ada yang bisa saya bantu?