DPRD Balikpapan

Dampak Kebijakan Kaltim Steril, Pedagang Pasar Menjerit, APPT Ngadu Ke Komisi II DPRD Balikpapan. 

Balikpapan, pamungkasnews.id – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menekan penyebaran Covid-19 harus mengeluarkan sebuah kebijakan.

Kebijakan tersebut diberi nama Kaltim Steril (berdiam di rumah) yang diberlakukan setiap pekan yakni hari Sabtu dan Minggu.

Kebijakan itu mulai diberlakukan sejak pekan lalu melalui Instruksi Gubernur Kalimantan Timur Nomor 1 tahun 2021 tentang Pengendalian, Pencegahan dan Penanganan wabah pandemi Covid-19 di Kalimantan Timur.

Untuk mendukung jalannya Instruksi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan turut memgeluarkan Surat Edaran Walikota Balikpapan No. 300/269/Pem tanggal 30 Januari 2021.

Pemberlakuan Kaltim Steril selama dua hari itu, nampaknya tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, dibalik kebijakan itu rakyat kecil dibuat menjerit utamanya bagi para pedagang di pasar tradisional Balikpapan.

Pemerintah dinilai memberlakukan kebijakan itu tidak di imbangi dengan pemulihan ekonomi. Sehingga terjadi ketimpangan bagi rakyat kecil.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kedatangan para pedagang pasar yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional (APPT) Kota Balikpapan di Gedung DPRD Balikpapan, Kamis, 11/2/2021.

Para pedagang yang berjumlah 12 orang itu merupakan perwakilan dari 12 pasar tradisional yang ada di Kota Balikpapan. Mereka mendatangi Komisi II DPRD Balikpapan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat terutama para pedagang kecil dan menengah.

Kedatangan mereka pun diterima Ketua Komisi II H. Haris didampingi Hj. Kasmah bertempat diruang Komisi II DPRD Balikpapan.

H.Haris Ketua Komisi II DPRD Balikpapan

“Kedatangan mereka (para pedagang) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah, terkait penerapan Kaltim Steril selama dua hari Sabtu dan Minggu. Para pedagang mengaku merugi atas kebijakan itu”, ungkap Ketua Komisi II DPRD Balikpapan H. Haris kepada awak media usai menemui tiga orang perwakilan pedagang diruangannya.

Politisi Partai PDI Perjuangan itu menjelaskan, dalam pertemuannya dengan perwakilan para pedagang, ia mengatakan hanya sebatas menampung keluhan yang di alami oleh para pedagang.

Selanjutnya, bentuk protes tersebut akan disampaikan kepada Ketua DPRD yang kemudian akan diteruskan kepada Walikota Balikpapan.

Terkait dengan keluhan para pedagang itu, ia meminta kepada pemerintah kota untuk mengevaluasi ulang kebijakan tersebut. Dan jika memang harus ada kebijakan, pemerintah kota jangan membuat kebijakan secara dadakan

“Jangan lah kebijakan itu hari ini di informasikan, besoknya sudah berlaku. Saat ini sudah terjadi sama pedagang kecil, ada yang sudah mempersiapkan barang ataupun bahan bakunya, kemudian tiba-tiba ada keluar kebijakan, ya otomatis barang itu tidak mungkin terjual. Sehingga pedagang ini pasti merasa rugi akibat dari kebijakan itu. Kalau sudah seperti ini siapa yang bertanggung jawab”, ujarnya.

“Tapi yang namanya kebijakan, apapun memang harus tetap dijalankan. Saya hanya meminta Walikota segera mengumumkan kelanjutan dari kebijakan itu. Karena ini sudah mendekati akhir pekan lagi, para pedagang sudah mulai cemas, apakah kebijakan itu masih berlanjut atau tidak”, sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris APPT Kota Balikpapan Andi Ahmad Mandaga menegaskan, jika pemerintah tetap memberlakukan kebijakan Kaltim Steril para pedagang akan tetap membuka pasar. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sekretaris APPT Kota Balikpapan Andi Ahmad Mandaga

Ia menilai, kebijakan pemerintah tersebut terjadi kepincangan. Lantaran pemerintah dalam melakukan penanganan Covid-19 tidak dibarengi dengan pemulihan ekonomi di masyarakat.

“Penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi seharusnya berimbang, jangan terjadi ketimpangan. Seharusnya pasar dibuka namun dengan protokol kesehatan yang ketat, pemerintah bisa menempatkan Satgas Covid disetiap pasar, anggarannya kan banyak. Pasar jangan dilepas begitu aja, silahkan di awasi dengan ketat”, katanya

Ia juga meminta kepada pemerintah kota agar dalam menggencarkan penanganan Covid-19 tidak melupakan perputaran ekonomi di masyarakat.

“Kami sangat dirugikan dengan penutupan pasar, terutama dari pedagang kecil dan menengah. Kami juga memohon kepada Walikota agar mengkaji ulang kebijakan itu, seharusnya pemerintah dalam membuat kebijakan itu harus konfrehenshif, harus integral”, ujarnya.

Ia kembali menegaskan, jika kebijakan Kaltim Steril di akhir pekan Sabtu dan Minggu masih tetap berlanjut, pedagang pasar di seluruh Balikpapan akan tetap buka

“Jika kebijakan itu masih tetap berlanjut pada Sabtu dan Minggu pekan depan, maka pasar di seluruh Balikpapan tetap akan dibuka, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat, baik dari pedagang maupun pembeli. Silahkan pemerintah mengawasi”, tandasnya.

Reporter : Fauzi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
×

Powered by WhatsApp Chat

× Ada yang bisa saya bantu?